Tampilkan postingan dengan label jejak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jejak. Tampilkan semua postingan
Jejak Tank PT 76 Milik Marinir di Museum Probolinggo
Label: 76, di, jejak, marinir, milik, museum, probolinggo, pt, tankTank itu tampak cukup bersih dan terawat dengan baik. bagi yang tidak mungkin menganggap tank itu masih cukup baru kondisinya.
Begitulah kesan yang saya jumpai pada koleksi kendaraan tempur ini di Museum Kota Probolinggo - Jawa Timur.Di museum yang berada di Jalan Raya Suroyo ini kita bisa menjumpai sebuah tank milik Marinir - TNI Angkatan Laut yang ditempatkan di halaman depan museum.
Tank marinir itu merupakan salah satu koleksi museum ini yg ditempatan dalam halaman terbuka bersama dengan pesawat NOMAD TNI Angkatan Laut dan lokomotif kuno .
Karena keistimewaan dari koleksi museum yang tidak biasa itu, tank marinir ini sering menjadi obyek favorit untuk berfoto ria.
Tank itu bertype Plavayushchiy Tank-76 (PT-76),yang merupakan jenis tank amfibi ringan buatan Rusia. Angka 76 yang melekat pada namanya bukan menunjukkan tahun pembuatannya. Tetapi itu menandakan ukuran meriam asli tank tersebut, yakni 76,2 mm. Tank ini sudah diproduksi massal pada dasawarsa 50-an.

Melalui museum Kota Probolinggo ini kita bisa mengetahui dan menyimak sebuah jejak
dari kendaraan tempur yang legendaris ini.

Menambang Uang Melalui Facebook dan Blog
Bisnis Online Modal Rp 10 Ribu
Budaya Minum Tuak Di Bumi Ronggolawe
Merajut Kenangan Indah Di Malioboro Yogyakarta
Busana Kerancang Betawi Yang Indah Dan Menawan
Eksotisme Wisata Air Terjun Sri Gethuk
Swastika Ala Nazi Di Kelenteng Kwan Sing Bio
Nuansa Seram Dalam Ritual Sumpah Pocong
Mengenang Gus Dur Di Kelenteng Boen Bio
Menikmati Surabaya Dengan Surabaya Heritage Track
Legenda Kwan Kong Di Kelenteng Kwan Sing Bio
Suharto, Hercules Bergigi Baja Dari Tuban
Masjid Aschabul Kahfie Di Dalam Gua Yang Unik
Nostalgia Masa Kecil Di Museum Anak Kolong Tangga
Ovi, Gadis Hulk Yang Perkasa Dari Tuban
Menguji Nyali Di Tebing Watu Ondo
Mengenang Fenomena Aneh Gadis Kristal Di Tuban
Camilan Ampo Yang Terbuat Dari Tanah
Ongkek Yang Langka Di Museum Kambang Putih Tuban
Dinding Jebol Jejak Pelarian Pangeran Diponegoro
Foto Rongten Korban Santet Di Surabaya
Mobil Rolls Royce Kuno Milik Dinasti Sampoerna
Tips Optimal Memperoleh Rezeki Di Blog



Click : Tips dan Panduan Lengkap Cepat Hamil


Indonesia mulai mendatangkan alat utama sistem persenjataan ini sejak tahun 1962 dan dioperasikan oleh Batalion Panser Amfibi Korps Komando Angkatan Laut (KKO AL), atau yang sekarang dikenal sebagai Batalion Kendaraan Pendarat Amfibi Korps Marinir TNI Angkatan Laut.

Kala itu, dipakai untuk memperkuat angkatan perang Indonesia yang sedang berkonfrontasi di wilayah Papua dalam rangka operasi Trikora.
Pada perkembangan selanjutnya, PT-76 secara aktif dilibatkan dalam berbagai kegiatan operasi keamanan di dalam negeri dan operasi militer.Diantaranya adalah Operasi Dwikora (1964–1965) di perbatasan Indonesia–Malaysia dan Operasi Seroja (1975– 1979) di Timor Timur.


Click here : Tokokoo
Kala itu, dipakai untuk memperkuat angkatan perang Indonesia yang sedang berkonfrontasi di wilayah Papua dalam rangka operasi Trikora.


Dengan mulai berdatangannya tank amphibi BMP-3F dari Russia pada beberapa bulan yang lalu, maka masa pengabdian sang legenda di Korps Marinir ini pun berakhir.
Tank ringan yang mulai di datangkan oleh pemerintah menjelang digelarnya Operasi Trikora ini memang sangat identik dengan Korps Marinir.
Hal ini karena di semua operasi militernya, Marinir memang hampir selalu membawa serta tank PT-76


CLicK here : Promo Master Web Network
Hal ini karena di semua operasi militernya, Marinir memang hampir selalu membawa serta tank PT-76

dari kendaraan tempur yang legendaris ini.
Baca juga dan Klik artikel menarik berikut ini :
Penari Balet Yang Memasang Pisau Di Sepatunya
Jenazah Utuh Dimakamkan 35 Tahun Di Tuban
Jenazah Utuh Dimakamkan 35 Tahun Di Tuban
Gaun Pengantin Terbuat dari 9999 Kuntum Mawar

Click : Nikmatnya Oleh-oleh Khas Tuban
Artikel-artikel Menarik lainnya bisa Anda baca
di Link berikut ini :
www.blogger.comblogspot.com
=====================================================================
Break Session :
Baca juga artikel-artikel menarik lainnya di Blog ini dengan Langsung KLIK Link di bawah ini atau kata-kata berwarna Biru lainnya :
Menambang Uang Melalui Facebook dan Blog
Bisnis Online Modal Rp 10 Ribu
Tips Jitu Untuk Meningkatkan Traffic Situs atau Blog
OLeh-oleh Khas Tuban
Penampakan Hantu Di Taman Pelangi Yogyakarta
Walikota Surabaya Berjualan Soto Ayam
Indahnya Lampion Sang Presiden
Koleksi Boneka Porno Di Museum Kesehatan
Aneka Ragam Rokok Klasik Produksi Sampoerna
Misteri Masjid Jin Yang Indah dan Megah
Wisata Religi Ke Pura Di Jawa Timur
Masjid Muhammad Cheng Hoo Yang Berhias Lampion
Keunggulan Bergabung dan Menulis di Vlog - Vivanews
Jejak Tragedi Gerbong Maut Di Museum Brawijaya
Jejak Kebesaran Sunan Giri Di Gresik
Mahkota Emas Kerajaan Dan Kesultanan Di Nusantara
Patung Budha Yang Indah dan Unik Di Jawa Timur
Kelenteng Dengan Lukisan Kuno Yang Indah
Jejak Budaya Masa Lampau Di Makam Sunan Bonang
Koleksi Benda Yang Menyeramkan Di Museum Kesehatan
Jejak Tragedi Gerbong Maut Di Malang
Tips Optimal Memperoleh Rezeki Di Blog
Tiga Mobil Kuno Yang Legendaris Di Jawa Timur
Candi Masa Kerajaan Majapahit Di Trowulan
Untaian Kisah Menarik Di Kelenteng Kwan Sing Bio
Jejak Letusan Di Gunung Bromo dan Gunung Kelud
Kelenteng Kuno Di Kota Jombang
Patung Budha Yang Indah dan Unik Di Jawa Timur
Kelenteng Dengan Lukisan Kuno Yang Indah
Jejak Budaya Masa Lampau Di Makam Sunan Bonang
Wanita Inspiratif Ala Putri Herlina Dan Lennes Imut-imut
Gereja Yang Indah Dan Unik Di Jawa Timur Bebatuan yang Indah Dan Bercahaya Di Lamongan
Monumen Pesawat Yang Legendaris Di Jawa Timur
Sensasi Memetik Teh Di Kebun Teh Kertowono
Kisah Batu Kodok Di Lamongan
Nasi Boran Yang Khas Dan Nikmat Di Lamongan
Monumen Pesawat Yang Legendaris Di Jawa Timur
Sensasi Memetik Teh Di Kebun Teh Kertowono
Kisah Batu Kodok Di Lamongan
Nasi Boran Yang Khas Dan Nikmat Di Lamongan
Patung Gajah Mungkur Yang Unik Di Gresik
Pelabuhan Kuno Yang Legendaris Di Tuban
Merenda Kenangan Di Pantai Pasir Putih SitubondoKisah Batu Gajah Yang Unik Di Tuban
Jejak Nostalgia Wisata Museum Di Surabaya
Menyapa Monyet Liar Di Pemandian Bektiharjo
Indahnya Kesenian Kuda Di Jawa Timur
Pelabuhan Kuno Yang Legendaris Di Tuban
Budaya Minum Tuak Di Bumi Ronggolawe
Merajut Kenangan Indah Di Malioboro Yogyakarta
Busana Kerancang Betawi Yang Indah Dan Menawan
Eksotisme Wisata Air Terjun Sri Gethuk
Uniknya Memancing Di Ranu Grati Pasuruan
Sejuta Kisah Menarik Di Kelenteng Kwan Sing Bio
Jejak Perjuangan Bangsa Di Museum Benteng Vredeburg
Koleksi Wayang Kulit Di Museum Santet
Swastika Ala Nazi Di Kelenteng Kwan Sing Bio
Nuansa Seram Dalam Ritual Sumpah Pocong
Mengenang Gus Dur Di Kelenteng Boen Bio
Menikmati Surabaya Dengan Surabaya Heritage Track
Legenda Kwan Kong Di Kelenteng Kwan Sing Bio
Suharto, Hercules Bergigi Baja Dari Tuban
Masjid Aschabul Kahfie Di Dalam Gua Yang Unik
Eksotisme Tradisi dan Budaya Dalam Pengantin Betawi
Megahnya Istana Kaisar Di Kelenteng Kwan Sing BioNostalgia Masa Kecil Di Museum Anak Kolong Tangga
Ovi, Gadis Hulk Yang Perkasa Dari Tuban
Menguji Nyali Di Tebing Watu Ondo
Mengenang Fenomena Aneh Gadis Kristal Di Tuban
Camilan Ampo Yang Terbuat Dari Tanah
Ongkek Yang Langka Di Museum Kambang Putih Tuban
Dinding Jebol Jejak Pelarian Pangeran Diponegoro
Foto Rongten Korban Santet Di Surabaya
Mobil Rolls Royce Kuno Milik Dinasti Sampoerna
Koleksi Tengkorak Manusia Di Museum Santet
Sumur Gemuling Yang Keramat Di Makam Sunan Bejagung
Misteri Jutaan Ikan Keramat Di Gua Ngerong
Jejak Budaya Kerajaan Majapahit Di Candi Jabung
Aksi Premanisme Di Air Terjun Madakaripura
Ondel-ondel Betawi Yang Unik dan Artistik
Misteri Jutaan Ikan Keramat Di Gua Ngerong
Jejak Budaya Kerajaan Majapahit Di Candi Jabung
Aksi Premanisme Di Air Terjun Madakaripura
Ondel-ondel Betawi Yang Unik dan Artistik
Oleh-oleh Dendeng Tokek Dari Probolinggo
Ancaman Maut Di Anak Gunung Kelud
Jejak Vandalisme Makam Belanda Di Surabaya
Spa Alami Di Wisata Gunung Kelud
Penampakan Hantu Di Petilasan Gembul
Kelenteng Boo Hway Bio Yang Indah Di Mojoagung
Misteri Gedung Singa Di Kota Surabaya
Nuansa Menegangkan Di Terowongan Gunung Kelud
Tauwa, Kuliner Peranakan Tionghoa Di Nusantara
Sayembara Unik Mengangkat Mesin Ketik Kuno
Sejuta Kekaguman Di Wisata Gunung Kelud
Mobil Mercedes Benz Kuno Peninggalan Bung Karno
Relief yang Erotis Di Candi Penataran
Nostalgia Bung Karno Dengan Tokoh-tokoh Dunia
Gereja Batu Yang Unik Di Puhsarang Kediri
Patung Budha Sedang Tidur Di Mojokerto
Nostalgia Bung Karno dengan Tokoh Populer Dunia
Relief yang Erotis Di Candi Penataran
Kelenteng Hok Liong Kiong Yang Indah Di Jombang
Patung Makco Thian Shang Sen Mu Di Kediri
Gadis di Tuban Penarik Truck Dengan Menggunakan Rambut dan Gigi
Kerangka Gajah Purba Di Lamongan
Wisata Religi Di Makam Sunan Giri
Nasi Krawu Yang Nikmat dan Khas Gresik
Kue Pudak yang Nikmat dan Khas Gresik
Gedung Setan Yang Terkenal Di Surabaya
Mengenang Marching Band Sampoerna Yang Fenomenal
Indahnya Panorama Senja Di Pantai Kartini
Pasar Tradisional Di Ranuyoso Yang Eksotis
Kelenteng Sumber Naga Di Kota Probolinggo
Nenek Penghuni Hutan Pinus Di Banyuwangi
Bunker Peninggalan Belanda Di Surabaya
Wisata Guci Alit Yang Indah Di Lumajang
Pura Luhur Poten Di Lautan Pasir Gunung Bromo
Gunung Bromo Yang Indah Dan Mengesankan
Lokomotif Kuno Di Museum Probolinggo
Tips Optimal Memperoleh Rezeki Di Blog
Tips Optimal Dalam Bergabung Dengan Program Afiliasi
Tips Mencari Dan Mendapatkan Pemasang Iklan Di Blog
Tips Mencari dan Mendapatkan Pemasang Iklan Di Blog #2
Tips Mencari dan Mendapatkan Pemasang Iklan Di Blog #3
Tips Jitu Untuk Meningkatkan Traffic Situs atau Blog
Jejak Sejarah Dinasti Sampoerna Di Kota Surabaya
Label: di, dinasti, jejak, kota, sampoerna, sejarah, surabayaKisah tentang Dinasti Sampoerna yang sangat legendaris dengan industri rokok kreteknya tentu sangat menarik. Siapa sangka jika industri rokok yang menggurita dan kini telah beralih kepemilikannya ke perusahaan asing itu ternyata berawal dari usaha kecil-kecilan yang berupa asongan tembakau dan dilakukan oleh sang pendirinya yaitu Liem Seeng Tee.

Di kota Surabaya - Jawa Timur kita bisa menyimak jejak dan sejarah Dinasti Sampoerna itu melalui sebuah museum yang indah dan ekslusif. Museum itu adalah House of Sampoerna yang berada di Jl. Taman Sampoerna no 6 Surabaya, tak jauh dari bekas penjara Kalisosok yang terkenal itu.

Sesuai dengan namanya, museum ini memang berkaitan erat dengan perjalanan Sejarah merk rokok yang terkenal yaitu rokok Sampoerna. Pasalnya, bangunan gedung yang digunakan sebagai museum ini dulunya adalah cikal bakal berdirinya perusahaan besar itu.

Selain digunakan sebagai museum, di bagian belakang House of Sampoerna sampai saat ini masih digunakan sebagai tempat memproduksi rokok dalam kapasitas produksi yang kecil. Aktifitas pekerja membuat ( melinting ) rokok kretek itu bisa dijumpai pada jam dan hari kerja.

Memasuki halaman museum tampak berdiri bangunan megah dan artistik dengan tamannya yang asri. Pada bangunan yang bertuliskan A Café dan saat ini berfungsi sebagai café itulah, sosok pendiri perusahaan Sampoerna yaitu Liem Seeng Tee dulunya tinggal bersama keluarganya dan membesarkan usahanya.

Liem Seeng Tee (1893-1956) adalah seorang imigran dari sebuah keluarga miskin di provinsi Fujian – Cina. Pada tahun 1898 tidak lama setelah ibunya meninggal, Liem Seeng Tee bersama ayah dan seorang kakak perempuannya datang ke Indonesia untuk mencari kehidupan yang lebih baik.

Pada perjalanan hidupnya di Indonesia , Liem Seeng Tee diangkat sebagai anak oleh sebuah keluarga di Bojonegoro, sebuah kota kecil di Jawa Timur. Ia pada usia 17 tahun mulai belajar meracik tembakau yang kemudian dijualnya secara asongan di stasiun kereta api dan gerbong-gerbong kereta api.

Pada tahun 1912, Liem Seeng Tee menikah dengan Siem Tjiang Nio. Mereka kemudian menyewa sebuah warung kecil di daerah Tjantian di Surabaya untuk menjual berbagai bahan pokok, buah-buahan dan tembakau. Selain di warnungya, Liem Seeng Tee juga menjual tembakau dengan menggunakan sepeda ontel menyusuri jalan-jalan di Surabaya.

Dengan perjuangan dan kerja keras Liem Seeng Tee itulah perusahaan rokok Sampoerna dimulai dan selanjutnya berkembang pesat. Pada tahun 1913, Liem Seeng Tee mendirikan perusahaan tembakau dan rokok bernama Handel Maastchapij Liem Seeng Tee yang kemudian berganti menjadi N.V. Handel Maastchapij Liem Seeng Tee.

Kelak setelah PD II berakhir nama perusahaan itu berganti menjadi PT. HM Sampoerna. Nama HM ( Hanjaya Mandala) Sampoerna itu adalah nama Indonesia dari Liem Seeng Tee. Bangunan pabrik rokok dan tembakau ini ini didirikan pada tahun 1964 dan dulunya bernama Jonges Weezen Inrichting atau Panti Asuhan Yatim Piatu untuk anak laki-laki. Pada tahun 1912, panti asuhan itu pindah ke Jalan Embong Malang – Surabaya.

Liem Seeng Tee pada tahun 1932 membeli bangunan ini dan menggunakannya sebagai pabrik untuk memproduksi rokok Sampoerna. Sejak saat itu tempat ini dikenal sebagai Pabrik Taman Sampoerna. Bangunan ini berada di lahan seluas 1,5 hektar dengan terdapat bangunan bangunan besar di tengah dan diapit dua bangunan kecil di kiri dan kanannya.

Di bangunan utama yang besar dulu terdapat aula yang cukup luas. Aula itu atas saran dari istri Liem Seeng Tee kemudian digunakan menjadi gedung bioskop dengan nama Sampoerna Theater. Pada masanya gedung bioskop ini sangat terkenal karena dilengkapi dengan panggung berputar dan lantai buatan untuk memberi efek khusus.
====================
Baca juga dan Klik artikel menarik berikut ini :
Jenazah Utuh Dimakamkan 35 Tahun Di Tuban
Main Game = Dapat Dollars
Jenazah Utuh Dimakamkan 35 Tahun Di Tuban
Main Game = Dapat Dollars
Menambang Uang Melalui Facebook dan Twitter
Peluang Mendapatkan Dollar Via Internet
Museum Santet Di Surabaya
Tips Memasang Iklan Di Blog
Share Status di Fb/Twitter Dapat Komisi

Click : Nikmatnya Oleh-oleh Khas Tuban
Artikel-artikel Menarik lainnya bisa Anda baca
di Link berikut ini :
www.jelajah-nesia2.blogspot.com

Diantara tokoh-tokoh terkenal yang pernah datang ke gedung bisokop ini adalah Ir. Soekarno yang sering menggunakannya untuk mengobarkan semangat Perjuangan pada rakyat Indonesia. Aktor film Charie Chaplin juga pernah datang ke gedung bioskop ini.
Tak jauh dari bangunan café, terdapat bangunan yang berwarna abu-abu dan betuknya menyerupai benteng dengan pilar-pilarnya berbentuk replika rokok kretek merk terkenal produksi Sampoerna. Pada bagian atas bangunan ini terdapat tulisan dalam bahasa Belanda.


Bangunan itulah yang saat ini menjadi museum House of Sampoerna. Bangunan utama museum seluas 6695 m2 dan terdiri dari dua lantai. Lantai satu seluas 1357.90 m2 dan lantai dua seluas 220 m2. Di dalam museum ini terdapat beberapa petugas Pemandu yang akan membantu pengunjung.
Dengan kemampuan bahasa asingnya yang fasih dan lancar, mereka akan memberikan pemanduan dan penjelasan kepada pengunjung dalam menyimak koleksi museum dan sejarahnya. Ruangan dan Koleksi Museum tertata secara apik dan elegan dengan pendaran cahaya lampunya yang diatur secara khusus.



Di ruangan museum bisa dijumpai miniatur warung yang dulu digunakan oleh Liem Seng Tee dan istrinya berjualan di Surabaya, miniatur gudang penyimpan dan pengering tembakau, pajangan tembakau dan cengkeh pilihan yang segar baunya dan peralatan membuat rokok dan percetakannya.

Ada juga pajangan benda-benda pribadi milik Liem Seeng Tee dan keluarga seperti piringan hitam, foto-foto, furniture, Kristal berbagai bentuk, dan pakaian . Koleksi lainnya berupa potongan kemasan lama korek api, lemari besi kuno, peralatan produksi dan, perlengkapan drumband Sampoerna pada tahun 1990 an, dan sepeda motor kuno yang dulunya menjadi armada penjualan rokok Sampoerna dan foto-foto lainnya.

Pada bagian lantai dua museum terdapat ruangan untuk souvenir. Dari ruangan ini dengan dibatasi sekat kaca bisa menyaksikan aktifitas pekerja membuat rokok. Sayang demi alasan privasi dan kenyamanan, pengunjung dilarang memotretnya.
Selain museum dan café, di lokasi ini pengunjung juga bisa menyimak koleksi benda-benda di galeri seni yang ada di belakang café.


Bisa juga dengan mengikuti Surabaya Heritage Track, yaitu program wisata kota Surabaya yang diadakan secara gratis oleh pihak museum dengan menggunakan angkutan bus yang bentuknya seperti trem.

Dalam Surabaya Heritage Track dengan 3 kali trip dalam sehari itu peserta wisata kota yang dibatasi 20 orang setiap tripnya itu akan ditemani dengan pemandu mengunjungi tempat-tempat wisata religi dan tempat-tempat bersejarah lainnya di Surabaya.Seperti Kelenteng, kawasan Makam Sunan Ampel, Rumah Abu Keluarga Han, dan sebagainya.

House of Sampoerna ini buka setiap hari mulai dari pukul 09.00-22.00. Berkunjung ke museum ini bisa membawa kita mengenang sepenggal jejak dan sejarah industri rokok kretek di Indonesia.
Mobil Rolls Royce Kuno Milik Dinasti Sampoerna
Indahnya House Of Sampoerna Di Malam Hari
Jejak Founder Sampoerna di House Of Sampoerna Surabaya
Mengenang Marching Band Sampoerna Yang Legendaris
Surabaya Heritage Track Ala House Of Sampoerna
Pameran Foto Sampoerna Fotografi Club
Pameran Foto Komunitas Bol Brutu di House Of Sampoerna
Ngabuburit Bersama Surabaya Heritage Track
Pameran Batik Gringsing Di House Of Sampoerna

=====================================================================
Artikel menarik lainnya tentang House Of Sampoerna ini bisa Anda baca dengan Langsung KLik Link artikel di bawah ini :Mobil Rolls Royce Kuno Milik Dinasti Sampoerna
Indahnya House Of Sampoerna Di Malam Hari
Jejak Founder Sampoerna di House Of Sampoerna Surabaya
Mengenang Marching Band Sampoerna Yang Legendaris
Surabaya Heritage Track Ala House Of Sampoerna
Pameran Foto Sampoerna Fotografi Club
Pameran Foto Komunitas Bol Brutu di House Of Sampoerna
Ngabuburit Bersama Surabaya Heritage Track
Pameran Batik Gringsing Di House Of Sampoerna
=======================================================================
