Tampilkan postingan dengan label hari. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hari. Tampilkan semua postingan

Bukan Parti Halloween Sekadar Majlis Hari Jadi – Nabila Huda

. Kamis, 27 Februari 2014
0 komentar
Rupa-rupanya kostum yang dipakai olehnya bukanlah bersempena Hari Halloween, tetapi sempena majlis hari jadi kawannya.

hari jadi nabila huda
Abang Nara tak pernah pergi sambutan hari jadi dengan tema-tema macam ini. Mati-mati Abang Nara ingat parti Halloween. Nasib baik Nabila Huda menerangkan hal ini di Twitternya.nabila
Menurut Nabila, Halloween disambut pada 31 Oktober sedangkan dirinya hadir dengan kostum sebegitu pada 28 Oktober. Jadi tak mungkin pakaian tersebut dipakai untuk menyambut Halloween. Ada logiknya juga penerangan Nabila di situ.nabila
Read More..

36 Hari Sikat Rambut Berbual Dengan Mayat Isteri

. Minggu, 02 Februari 2014
0 komentar

Kematian orang yang dikasihi memang sukar diterima. Bagaimanapun seorang suami di Kajang mengharungi detik sedih dalam kehidupannya dengan cara yang tidak masuk akal.

Seolah-olah menolak realiti lelaki ini terus membiarkan mayat isteri kesayangannya yang sudah meninggal dunia di rumah tanpa memberitahu sesiapa tentang kematian tersebut apatah lagi melakukan upacara pengebumian.

Selama 36 hari sebelum kelakuannya ini terbongkar, Wong Tuck Wei, 40, mendudukkan mayat si isteri, Lim Ah Tee, 42, di kerusi menghadap tingkap di bilik mereka dan menyikat rambutnya serta berbual dengan mendiang setiap hari, seperti biasa.

Kematian ini langsung tidak disedari anak tunggal pasangan berkenaan kerana bapanya memberi alasan ibunya sakit dan perlu berehat di bilik tingkat atas kediaman mereka di Taman Damai Perdana.

Segalanya hanya terbongkar selepas abang Ah Tee berkunjung ke kediaman tersebut dan terkejut dengan perkara ini lalu menasihatkan Tuck Wei melaporkannya kepada polis.

Menurut Ketua Polis Kajang, Asisten Komisioner Ab Rashid Ab Wahab,Tuck Wei membakar banyak setanggi, membuka kipas dan tingkap bilik selain meletakkan tuala basah di sekeliling tubuh mayat bagi menghilangkan bau busuk.

Apa yang menghairankan pihak polis ujarnya, tiada ulat langsung yang hinggap di badan mayat kecuali seekor kumbang.

Mayat dilaporkan sudah mereput dengan daging tertanggal daripada kulit hingga tinggal tengorak.

“Namun, keadaan rambutnya kemas dan cantik kerana disikat setiap hari,” kata Ab Rashid.

Sumber: BERITA HARIAN ONLINE
Read More..

Hari Ini Dia Esok Siapa

. Senin, 18 November 2013
0 komentar
 Hari Ini Dia, Esok Siapa?

Cerita ini baca di forum dhammacakka.org, patut untuk dibagikan, kisah yang sangat berharga. Semoga bermanfaat...

Dari kejauhan Jack terus menekan kuat pedal gas kendaraannya. Ia tidak mau terlambat. Apalagi lampu merah di wilayah yang dilaluinya menyala cukup lama. Lampu lalu lintas berganti kuning. Sekitar tiga meter menjelang garis putih horisontal di jalan, lampu merah menyala. Jack bimbang. Haruskah ia berhenti atau terus saja. "Ah, aku tidak punya kesempatan untuk menginjak rem mendadak,"pikirnya, sambil terus melaju.

PRIIIT!!! Di seberang jalan seorang polisi melambaikan tangan memintanya berhenti. Jack menepikan kendaraan sambil mengumpat dalam hati. Dari kaca spion ia melihat siapa polisi itu. Hey, itu kan Bob, teman semasa SMA dulu. Hati Jack agak lega. Ia melompat keluar dari dalam mobil sambil berkata: "Hai, Bob! Senang sekali ketemu kamu lagi!". "Hai, Jack," sapa Bob tanpa senyum.

"Duh, sepertinya saya kena tilang nih? Saya memang agak buru-buru. Istri saya sedang menunggu di rumah. Hari ini dia ulang tahun, jadi dia dan anak-anak sudah menyiapkan pesta di rumah. Tentu aku tidak boleh terlambat dong," kata Jack.

Bob berkata, "Saya mengerti. Tapi sebenarnya saya sering memperhatikanmu melintasi lampu merah di persimpangan ini." Jack mulai gelisah. Ia harus ganti strategi. "Sungguh, tadi aku tidak melewati lampu merah. Sewaktu aku lewat tadi lampu kuning masih menyala kok." Aha.. terkadang berdusta sedikit tentu bisa memperlancar situasi.

"Jack, kami melihatnya dengan jelas. Tolong keluarkan SIM-mu," ujar Bob dingin. Dengan wajah ketus, Jack menyerahkan SIM-nya ke Bob lalu masuk ke dalam mobilnya dan menutup kaca jendela. Sementara Bob menulis sesuatu di buku tilangnya.

Tak lama berselang, Bob muncul dan mengetuk kaca mobil Jack. Jack yang kadung kesal dan marah hanya membuka kaca jendela sedikit. Ujarnya mengumpat di dalam hati, "Ah, masa lima senti sudah cukup untuk memasukkan surat tilang?"

Sesudah Jack menerima surat tilang itu dia langsung menekan kembali pedal gas, memacu mobilnya dan cepat berlalu dari tempat tersebut. Tanpa berkata-kata Bob pun kembali ke posnya.

Setelah agak jauh dari tempat kejadian, Jack hendak memasukkan SIM-nya ke dompet. Saat itu ia terkaget-kaget setelah melihat selembar surat tapi bukan surat tilang. "Surat apa ini? Ini bukan surat tilang! Kenapa ia tidak memberiku surat tilang?" tanya Jack. Seketika itu juga ia langsung meminggirkan mobilnya dan membaca surat dari Bob tadi.

Begini isi surat tersebut:

Halo, Jack. Tahukah kamu aku mempunyai seorang anak perempuan. Anakku satu-satunya. Ia sangat cantik dan lincah. Aku dan istriku sangat menyayanginya.
Sayang, ia sudah meninggal karena tertabrak pengemudi yang ngebut menerobos lampu merah, saat ia melintas bersama ibunya di zebracross.
Anakku langsung meninggal di tempat. Istriku sampai saat ini mengidap depresi hebat. Pengemudi yang sembrono tadi hanya dihukum penjara selama tiga bulan saja. Begitu bebas, ia bisa bertemu dan memeluk ketiga anaknya lagi.
Sedangkan aku? Aku kehilangan malaikat kecil kesayanganku. Aku dan istriku masih
terus berusaha dan berharap agar Tuhan berkenan mengaruniai seorang anak lagi, agar dapat kami peluk. Tapi, kondisi istriku tidak memungkinkan.
Ribuan kali kami mencoba memaafkan pengemudi itu. Oh.. betapa sulitnya! Begitu juga kali ini.
Maafkan aku, Jack. Doakan agar permohonan kami mempunyai anak terkabulkan.
Berhati-hatilah saat menyetir.

Dari temanmu,
Bob

Jack kaget sekali saat ia membaca surat Bob. Ia langsung memutar balik mobilnya dan pergi ke pos jaga Bob. Namun, Bob sudah meninggalkan pos itu, entah ke mana.
Sepanjang jalan pulang Jack mengemudi dengan hati-hati dan ia berjanji dalam dirinya untuk menahan diri agar tidak ngebut dan menyetir ugal-ugalan. Kali ini Ia teringat akan anak-anaknya.

Seorang gadis kecil, di tepi jalan..
Rambut melambai, berpita merah..

Senandung kecil ..la la la.. di bibirnya..
Dalam langkah kecil, seirama kakinya..

Satu perempatan jalan, dilewat sudah..
Si gadis kecil masih berjalan riang..

Di antara roda-roda, yang berputar di jalan..
Setengah batu lagi, sampailah di rumah..

Ketika si gadis melintas di jalan..
Matanya yang manis, mendadak menyala..
Sebuah kereta mesin yang ganas..
Menerjang dan... melindasnya..

Gadis kecil terkapar di aspal panas..
Tinggal menatap ibu bapa, memungutnya..

Sebuah permata keluarga hilang sudah..
Hari ini dia, esok lagi siapa.........

Hari ini dia, esok lagi siapa.........
Hari ini dia, esok lagi siapa.........

Memang, tak selamanya orang harus mengerti kita. Bisa jadi kesukaan kita adalah kedukaan orang lain. Hidup ini sangat berharga, karena itu jalanilah dengan penuh hati-hati dan saling menghargai.
Read More..