Tampilkan postingan dengan label siapa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label siapa. Tampilkan semua postingan

Beego berkhalwat dengan siapa tak mengaku salah dimakahmah

. Sabtu, 21 Desember 2013
0 komentar

Penyanyi dan pelakon Beego bersama dua rakannya mengaku tidak bersalah atas pertuduhan khalwat yang dikenakan terhadap mereka di Mahkamah Rendah Syariah Gombak Timur di sini, Selasa.

Beego atau nama sebenarnya Md Aszerul Nizam Abdullah,32, bersama Fikry Zainon dan Mohd Arsli Meor Atan Ahmad membuat pengakuan tersebut di hadapan Hakim Syarie, Shaiful Azli Jamaludin.

Sementara itu dua wanita yang merupakan kenalan mereka iaitu Azlina Yazit @ Aziz dan Hadijah Mohamad Mokhar mengaku bersalah dan dikenakan denda sebanyak RM3,000 atau enam bulan penjara jika gagal bayar denda.

Kedua-dua mereka bagaimanapun membayar denda.

Mengikut fakta kes, kelima-lima tertuduh ditahan sekumpulan Pegawai Penguatkuasa Agama pada 23 Februari 2011 kira-kira pukul 6 pagi di sebuah rumah di Oakleaf Kondominium, Bukit Antarabangsa, Ampang dekat sini.

Kesemua mereka masing-masing didakwa di bawah Seksyen 29 (1)(a) dan (b) Enakmen Jenayah Syariah Selangor 1995 kerana berkhalwat yang boleh didenda maksimum RM3,000 atau penjara dua tahun atau kedua-duanya sekali jika disabitkan kesalahan.

Kelima-lima tertuduh hadir selepas mahkamah mengeluarkan waran tangkap kerana gagal hadir sebutan kes berkenaan pada 10 April lalu.

Beego yang merupakan seorang duda pernah berkahwin dengan Intan Shariza Mohd Shahru,31, tetapi berpisah pada 16 Mac 2009 selepas dua tahun menjadi suami isteri.

Terdahulu Shaiful Azli turut menasihati dua wanita berkenaan agar bertaubat atas perbuatan itu kerana Allah memberi mereka ujian untuk menyedari kesilapan yang dilakukan.

“Saya ingin petik nasihat Saidina Umar, sekiranya kesalahan itu adalah perbuatan pertama, Allah akan menutup aib kamu tetapi jika ia dilakukan berulang kali, maka Allah sendiri akan membuka aib itu. Jadi, pilihlah untuk kehidupan lebih baik selepas ini,” katanya.

Pendakwaan dilakukan Pendakwa Syarie, Hasrul Hafiszi Ahmad Kamal.

Mahkamah bagaimanapun menetapkan 26 Jun 2012 untuk perbicaraan Beego bersama dua rakan lelakinya
Read More..

Hari Ini Dia Esok Siapa

. Senin, 18 November 2013
0 komentar
 Hari Ini Dia, Esok Siapa?

Cerita ini baca di forum dhammacakka.org, patut untuk dibagikan, kisah yang sangat berharga. Semoga bermanfaat...

Dari kejauhan Jack terus menekan kuat pedal gas kendaraannya. Ia tidak mau terlambat. Apalagi lampu merah di wilayah yang dilaluinya menyala cukup lama. Lampu lalu lintas berganti kuning. Sekitar tiga meter menjelang garis putih horisontal di jalan, lampu merah menyala. Jack bimbang. Haruskah ia berhenti atau terus saja. "Ah, aku tidak punya kesempatan untuk menginjak rem mendadak,"pikirnya, sambil terus melaju.

PRIIIT!!! Di seberang jalan seorang polisi melambaikan tangan memintanya berhenti. Jack menepikan kendaraan sambil mengumpat dalam hati. Dari kaca spion ia melihat siapa polisi itu. Hey, itu kan Bob, teman semasa SMA dulu. Hati Jack agak lega. Ia melompat keluar dari dalam mobil sambil berkata: "Hai, Bob! Senang sekali ketemu kamu lagi!". "Hai, Jack," sapa Bob tanpa senyum.

"Duh, sepertinya saya kena tilang nih? Saya memang agak buru-buru. Istri saya sedang menunggu di rumah. Hari ini dia ulang tahun, jadi dia dan anak-anak sudah menyiapkan pesta di rumah. Tentu aku tidak boleh terlambat dong," kata Jack.

Bob berkata, "Saya mengerti. Tapi sebenarnya saya sering memperhatikanmu melintasi lampu merah di persimpangan ini." Jack mulai gelisah. Ia harus ganti strategi. "Sungguh, tadi aku tidak melewati lampu merah. Sewaktu aku lewat tadi lampu kuning masih menyala kok." Aha.. terkadang berdusta sedikit tentu bisa memperlancar situasi.

"Jack, kami melihatnya dengan jelas. Tolong keluarkan SIM-mu," ujar Bob dingin. Dengan wajah ketus, Jack menyerahkan SIM-nya ke Bob lalu masuk ke dalam mobilnya dan menutup kaca jendela. Sementara Bob menulis sesuatu di buku tilangnya.

Tak lama berselang, Bob muncul dan mengetuk kaca mobil Jack. Jack yang kadung kesal dan marah hanya membuka kaca jendela sedikit. Ujarnya mengumpat di dalam hati, "Ah, masa lima senti sudah cukup untuk memasukkan surat tilang?"

Sesudah Jack menerima surat tilang itu dia langsung menekan kembali pedal gas, memacu mobilnya dan cepat berlalu dari tempat tersebut. Tanpa berkata-kata Bob pun kembali ke posnya.

Setelah agak jauh dari tempat kejadian, Jack hendak memasukkan SIM-nya ke dompet. Saat itu ia terkaget-kaget setelah melihat selembar surat tapi bukan surat tilang. "Surat apa ini? Ini bukan surat tilang! Kenapa ia tidak memberiku surat tilang?" tanya Jack. Seketika itu juga ia langsung meminggirkan mobilnya dan membaca surat dari Bob tadi.

Begini isi surat tersebut:

Halo, Jack. Tahukah kamu aku mempunyai seorang anak perempuan. Anakku satu-satunya. Ia sangat cantik dan lincah. Aku dan istriku sangat menyayanginya.
Sayang, ia sudah meninggal karena tertabrak pengemudi yang ngebut menerobos lampu merah, saat ia melintas bersama ibunya di zebracross.
Anakku langsung meninggal di tempat. Istriku sampai saat ini mengidap depresi hebat. Pengemudi yang sembrono tadi hanya dihukum penjara selama tiga bulan saja. Begitu bebas, ia bisa bertemu dan memeluk ketiga anaknya lagi.
Sedangkan aku? Aku kehilangan malaikat kecil kesayanganku. Aku dan istriku masih
terus berusaha dan berharap agar Tuhan berkenan mengaruniai seorang anak lagi, agar dapat kami peluk. Tapi, kondisi istriku tidak memungkinkan.
Ribuan kali kami mencoba memaafkan pengemudi itu. Oh.. betapa sulitnya! Begitu juga kali ini.
Maafkan aku, Jack. Doakan agar permohonan kami mempunyai anak terkabulkan.
Berhati-hatilah saat menyetir.

Dari temanmu,
Bob

Jack kaget sekali saat ia membaca surat Bob. Ia langsung memutar balik mobilnya dan pergi ke pos jaga Bob. Namun, Bob sudah meninggalkan pos itu, entah ke mana.
Sepanjang jalan pulang Jack mengemudi dengan hati-hati dan ia berjanji dalam dirinya untuk menahan diri agar tidak ngebut dan menyetir ugal-ugalan. Kali ini Ia teringat akan anak-anaknya.

Seorang gadis kecil, di tepi jalan..
Rambut melambai, berpita merah..

Senandung kecil ..la la la.. di bibirnya..
Dalam langkah kecil, seirama kakinya..

Satu perempatan jalan, dilewat sudah..
Si gadis kecil masih berjalan riang..

Di antara roda-roda, yang berputar di jalan..
Setengah batu lagi, sampailah di rumah..

Ketika si gadis melintas di jalan..
Matanya yang manis, mendadak menyala..
Sebuah kereta mesin yang ganas..
Menerjang dan... melindasnya..

Gadis kecil terkapar di aspal panas..
Tinggal menatap ibu bapa, memungutnya..

Sebuah permata keluarga hilang sudah..
Hari ini dia, esok lagi siapa.........

Hari ini dia, esok lagi siapa.........
Hari ini dia, esok lagi siapa.........

Memang, tak selamanya orang harus mengerti kita. Bisa jadi kesukaan kita adalah kedukaan orang lain. Hidup ini sangat berharga, karena itu jalanilah dengan penuh hati-hati dan saling menghargai.
Read More..