Tampilkan postingan dengan label memilih. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label memilih. Tampilkan semua postingan
Perompak Ini Memilih untuk Dipenjara Pelik jugak
Label: dipenjara, ini, jugak, memilih, pelik, perompak, untukokezone.com
Kierran Batchelor (Foto: Daily Mail)
LONDON - Ada-ada saja ulah seorang perompak di England ini. Gara-gara kunjungan petugas pengadilan dinilai mengganggu jam tidurnya, Kierran Batchelor, meminta hakim agar menangguhkan hukuman percubaannya dan segera memenjarakan dia
Batchelor ternyata sukar untuk bangun tidur dan memenuhi kewajibannya untuk bertemu dengan petugas pengadilan. Petugas itu ditugaskan untuk memantau hukuman percubaannya.
"Setelah menghadap hakim kembali, Batchelor mengaku ia menolak untuk bertemu dengan petugas yang mengawasinya selama masa percubaan. Alasannya sangat tidak masuk akal, menurut Batchelor ia merasa waktu kunjungan petugas itu terlalu pagi dan ia tidak ingin kehilangan waktu tidurnya," tulis Daily Mail, dalam laporannya yang dikutip Emirates247, Selasa, (27/6/2012).
Pemuda berusia 21 tahun itu menegaskan dirinya lebih memilih untuk masuk penjara, dibandingkan menerima kunjungan petugas pengadilan yang dinilainya merusak pola tidurnya.
"Saya bekerja dari pukul 22.00 hingga pukul 06.00 pagi di sebuah gudang dan harus menghadiri pertemuan dengan petugas pengadilan pada pukul 10. Itu merusak pola tidur Saya. Lebih baik Saya dipenjara, lalu keluar dan memulai sesuatu yang baru," ujar Batchelor.
Sebelumnya, Batchelor dikabarkan merampok dua rumah pada Februari lalu. Namun, hukuman terhadapnya ditangguhkan dan dirinya pun diwajibkan menjalani masa percobaan.(rhs)
Batchelor ternyata sukar untuk bangun tidur dan memenuhi kewajibannya untuk bertemu dengan petugas pengadilan. Petugas itu ditugaskan untuk memantau hukuman percubaannya.
"Setelah menghadap hakim kembali, Batchelor mengaku ia menolak untuk bertemu dengan petugas yang mengawasinya selama masa percubaan. Alasannya sangat tidak masuk akal, menurut Batchelor ia merasa waktu kunjungan petugas itu terlalu pagi dan ia tidak ingin kehilangan waktu tidurnya," tulis Daily Mail, dalam laporannya yang dikutip Emirates247, Selasa, (27/6/2012).
Pemuda berusia 21 tahun itu menegaskan dirinya lebih memilih untuk masuk penjara, dibandingkan menerima kunjungan petugas pengadilan yang dinilainya merusak pola tidurnya.
"Saya bekerja dari pukul 22.00 hingga pukul 06.00 pagi di sebuah gudang dan harus menghadiri pertemuan dengan petugas pengadilan pada pukul 10. Itu merusak pola tidur Saya. Lebih baik Saya dipenjara, lalu keluar dan memulai sesuatu yang baru," ujar Batchelor.
Sebelumnya, Batchelor dikabarkan merampok dua rumah pada Februari lalu. Namun, hukuman terhadapnya ditangguhkan dan dirinya pun diwajibkan menjalani masa percobaan.(rhs)
Keluarga Ini Memilih Hidup Bogel
Label: bogel, hidup, ini, keluarga, memilih
Seorang anak umur sembilan tahun dan kedua orang tuanya di Amerika Syarikat memilih hidup tanpa busana dan menjadi kaum nudis di daerah Loxahatchee, Negara Bagian Florida.
Pasangan Frank Reamer dan Sandra, serta anak mereka, Alex, memilih tinggal di lingkungan komuniti pecinta bogel Sunsport Garden, dekat daerah Palm Beach, Florida, kerana mereka yakin hal itu cara terbaik buat hidup.
Alex mengaku tidak merasa risih menjalani hidup tanpa busana. Musuh dia hanya satu, iaitu nyamuk. Dia sehari-hari bermain video game, naik basikal, dan berlarian bersama teman-temannya yang juga bogel.
Meski demikian, abang tertua Alex, Bud, 15 tahun, tidak mahu mengikuti prinsip hidup orang tua dan adiknya hidup telanjang walau tinggal bersama dalam karavan. Dia juga mengatakan akan meninggalkan Sunsport Garden dan masuk tentera ketika mencapai umur 18 tahun. Dia merasa aneh kalau bogel dan lebih nyaman memakai pakaian.
Keluarga Reamer memilih pindah ke lingkungan kaum nudis Sunsport Garden seluas 16 hektar enam tahun lalu, bergabung dengan 70 orang yang tinggal lebih dulu di lokasi itu. Tentunya setelah kedua anak mereka menyetujui hal itu.
Menurut Frank, masyarakat selama ini salah kaprah atas gaya hidup kaum nudis itu. Dia menjelaskan bogel tidak selalu identik dengan syahwat.
Kisah keluarga Reamer menjadi salah satu episode dalam tayangan investigasi mendalam berjudul "20/20 Extreme Parents" produksi stesen televisi ABC.
Namun, mereka mau difilmkan asal dalam hasil akhirnya setelah melalui proses penyuntingan tidak mengaburkan bagian alat kelamin mereka. "Kalau dikaburkan itu seperti memberikan pesan kalau hidup telanjang salah," kata Sandra.